Sabtu, 11 Mei 2013

CINTA 5 PERKARA DAN LUPA 5 PERKARA


Pada kesempatan khutbah kali ini, kami akan menyampaikan hadits Rasulallah SAW di dalam kitab Naso’ihul Ibad yang berbunyi

سيأتى على امتى زمان يحبون الخمس وينسون الخمس يحبون الدنيا وينسون الآخرة يحبون الحيوة وينسون الموت يحبون القصور وينسون القبور يحبون المال وينسون الحساب يحبون الخلق وينسون الخالق
Akan datang suatu masa pada umatku, dimana mereka mencintai 5 perkara dan lupa terhadap 5 perkara; pertama: mereka cinta dunia dan melupakan akhirat, kedua :mereka cinta hidup dan melupakan kematian, ketiga: mereka cinta bangunan-bangunan mewah dan melupakan kubur, keempat mereka cinta kepada harta dan melupakan hisab, kelima mereka cinta kepada makhluk dan melupakan Pencipta.

Jika kita perhatikan masa yang disabdakan nabi itu adalah masa kita sekarang ini, mengapa? Karena kelima kriteria tersebut sudah datang saat ini.

Yang pertama يحبون الدنيا وينسون الآخرة Mencintai dunia dan lupa akan akhirat. Saat ini sudah nampak betapa manusia telah melupakan akhirat yang kekal abadi, manusia sangat bersemangat dalam perkara dunia namun ketika perkara akhirat disajikan mereka berpaling, jika kita bandingkan manakah yang paling banyak menjadi bahan pembicaraan apakah perkara dunia ataukah akhirat?. Tentu kita akan menjawab perkara dunialah yang mengungguli, inilah kekhawatiran Rasulallah akan menimpa umatnya yaitu manusia akan ditutupi dunia, sehingga mereka tidak mampu melihat akhirat karena ditutupi oleh gemerlap dunia. Padalah Allah berfirman
وللاخرة خير لك من الاولى
Sungguh akhirat itu lebih baik bagimu dan lebih utama dibandingkan dengan dunia.

Lalu bagaimana sikap kita yang baik untuk menyikapi dunia ini? Itu sangat sesuai dengan do’a yang sering kita baca
ربنا آتنا فى الدنيا حسنة وفى الاخرة حسنة وقنا عذاب النار
Kita meminta kebaikan di dunia dan kebaikan diakhirat, karena jika kehidupan di dunia kita baik dalam mengabdi kepada Allah, maka akhiratpun akan baik. Betapa bahagianya orang yang ketika di dunia dia bahagia dan ketika di akhirat pun sangat bahagia, merekalah para solihin semoga kita dijadikan dari pada golongan mereka.
Namun sesuai yang dikabarkan Nabi tersebut begitu banyak manusia hanya mengingat dunia dan cinta dunia. Manusia lebih takut dari api dunia ketimbang api akhirat, manusia lebih senang mendapatkan kebahagiaan dunia namun melupakan kebahagiaan akhirat. Ketika manusia diperingati untuk tidak berjalan disuatu tempat karena tempat itu bayak api yang menyebabkannya terbakar, maka manusia sangat berterima kasih “ dia mengatakan terimakasih, untung saja anda melarang saya jalan kesana, kalau tidak pasti saya sudah terbakar api, namun ketika manusia diperingati untuk jangan berjalan kedalam kemaksiatan, jangan berjudi, jangan minum-minuman keras tapi manusia banyak tak peduli hingga dia selalu berjalan ketempat maksiat itu hingga akhirnya dia terbakar oleh api akhirat yang panasnya berajuta-juta kali panas dunia, yang menurut riwayat panasnya api neraka itu jika diletakan bara api neraka sebesar biji cabe maka seluruh tubuh manusia akan mendidih terkelupas saking panasnya. Tapi manusia dizaman sekarang lebih takut api dunia ketimbang api akhirat. Untuk itulah marilah kita jadikan urusan dunia kita ini sebagai jalan untuk menuju akhirat. Kita berusaha untuk akhirat, kita bertani untuk akhirat kita bedagang untuk akhirat bukan sebaliknya menjadikan akhiratnya utuk kepentingan dunianya, seperti beribadah karena riya, bersodakoh karena ingin tenar atau sanjungan.

Yang kedua يحبون الحيوة وينسون الموت cinta hidup dan lupa kematian.
Setiap kita pasti yakin bahwa kita akan mati, mungkin tidak ada suatu perkara didunia ini yang keyakinan kita melebihi datangnya kematian, namun walaupun manusia yakin dengan kedatangannya banyak orang yang melupakannya, lupa seolah-olah dia tidak akan mati walaupun ia sering melihat kematian seseorang namun sedikit yang membuatnya jadi pelajaran. Manusia sebenarnya didunia ini tertidur pulas, ketika datang kematian kita akan terbangun dan sadar, sadar dari perbuatan-perbuatannya waktu didunia, disanalah manusia menyesal karena tidurnya terlalu pulas hingga tak sempat mengumpulkan bekal dan mereka berkata” ya Tuhan kembalikan kami kedunia, kami pasti akan menjadi orang yang shaleh, kami pasti akan shalat, kami pasti akan zakat, namun permintaann dan penyesalannya tiada arti, mereka sudah mati. Oleh karena itulah mintalah dan menyesallah di dunia ini, karena ketika ajal sudah datang penyesalan tiada artinya.

Yang ketiga يحبون القصور وينسون القبور cinta kepada bangunan yang mewah namun  lupa kepada kubur.
Disaat inilah manusia berlomba-lomba membanguan rumah yang serba mewah, manusia sangat bersemangat membangun rumah di dunia ini namun lupa membangun rumahnya di akhirat, lupa membangun rumah di kuburannya, sehingga ketika mereka mati tak ada tempat yang nyaman baginya, karena mereka tidak pernah membangun rumah akhiratnya ketika di dunia, dia lupa shalat yang 5 waktu lupa kepada kewajibannya sendiri lupa kepada beribadah kepada Allah, padahal kesemuanya itu adalah merupakan bahan bangunan untuk mendirikan rumah yang megah dikubur lebih-lebih disurga.
namun sesuai janji Allah kubur itu bisa menjadi satu kebun dari kebun surga jika penghuninya orang yang taat kepada Allah, dan bisa menjadi satu lubang dari api neraka jika penghuninya adalah orang yang maksiat. Nauzubillah.....

Yang keempat يحبون المال وينسون الحساب cinta harta dan lupa kepada hari perhitungan.
Manusia memang sangat suka dengan harta, namun jangan dengan kecintaan itu lalu membuat kita lupa bahwa harta kita itu akan di hisab kelak.  Hisab adalah penghitungan dan pertanyaan darimana kita memperoleh harta dan kemana kita belanjakan, jika pertanyaan ini bisa dijawab dengan baik dan bisa dipertanggung jawabkan dihadapan Allah maka harta itu pun akan menjadi penolong bagi kita. Namun jika harta itu didapatkan dari jalan haram dari mencuri, berjudi dan sebagainya maka harta itu akan membuat pemiliknya celaka, begitu juga jika harta itu didapatkan dari jalan yang halal namun digunakan untuk sesuatu yang dimurkai Allah maka itupun akan membuat celaka. Maka ketika kita memperoleh harta yang halal kita gunakan untuk menunaikan kewajiban kita dan mengabdi kepada Allah dengan menafkahi keluarga, membayarkan zakatnya, dan bershodaqoh maka harta itu akan menjadi penolong kita.

Yang kelima يحبون الخلق وينسون الخالق cinta makhluk dan lupa kepada Pencipta
Sungguh apa yang disabdakan Rasulallah amatlah benar, dizaman sekarang ini manusia kebanyakan hanya mencintai makhluk dan lupa kepada pencipta, manusia tidak melihat tanda-tanda kebesaran Allah karena tertutupi oleh nafsu dunia yang dihiasi dengan makhluk, sehingga tidak heran terjadi bencana dimana-mana karena dengan itulah Allah akan membuat manusia ingat kepada-Nya, karena telah terlampau lupa kepada Allah, ketika diberikan kemwahan dan kebahagiaan manusia kebanyakan melupakan Allah, hingga dalam kemewahan itu Allah menurunkan bencana supaya Dia di ingat. Disaat suatu negeri, sudah tidak ada lagi yang mengingat Allah maka akan ditegur oleh Allah supaya mereka menjadi ingat. Jika disuatu negeri juga tidak ada majlis zikir, majlis ilmu dan tak ada yang peduli dengan majlis ini maka turunlah bencana, namun karena didunia ini masih banyak majlis zikir masih banyaak orang-orang yang mengingat Allah hingga akhirnya bencana itupun di tahan oleh Allah. Oleh karena itu marilah kita meramaikan majlis majlis zikir, majlis-majlis ilmu karena Allah akan menurunkan rahmat dan cinta-Nya kepada manusia yang selalu mengingat-Nya.

Rasulallah bersabda
لاتقوم الساعة حتى لايبقى على وجه الارض من يقول الله الله
Hari kiamat tidak akan terjadi sehingga tidak ada yang tinggal dimuka bumi  yang menyebut Allah Allah

Artinya jika didunia masih banyak manusia yang menyebut Allah dan ingat kepada Allah dan menyemarakkan majlis zikir dan majlis ilmu, maka hari kiamat akan ditunda.
Namun perlu kita sadari majlis-majlis semacam ini sangat sepi peminatnya, walaupun majlis ini hanya 1 jam saja, sangat sedikit orang yang ambil bagian didalamnya. Namun majlis lahwi yang disana manusia bermaksiat dan melupakan Allah amat ramai peminatnya, bahkan tanpa diundang manusia berdatangan menghadirinya walaupun majlis itu berjam-jam atau berhari-hari. Oleh karena itu mari kita sisihkan waktu kita ini untuk ambil bagian dan menghadiri majlis ilmu dan majlis zikir, karena disanalah rahmat Allah, Cinta Allah, ampunan Allah.

Akhirnya mariah kita merenung sejenak dan meresapi kemudian kita melihat diri kita apakah kita termasuk orang yang digambarkan Nabi dalam haditsya itu.  Jika ia, mari saya mengajak diri saya peribadi dan kita semua untuk selalu bertaubat dan memperbaiki diri dengan selalu menyiapkan bekal kita untuk perjalanan kita menuju negri yang kekal, dengan selalu sabar dan istiqomah sembari selalu meminta kekuatan dan petunjuk Allah, karena Allahlah yang menggerakkan setiap anggota badaan kita, Allahlah yang menetapkan hati kita, Allahlah yang mengatur semuanya, dan jika kita mendapatkan kenikmatan dari ketaatan kita maka lihatlah siapa yang memberikan nikmat taat itu bukan melihat ketaatan itu hasil usaha kita, jika kita mendapatkan rizki maka lihatlah yang memberikan kita rizki, karena betapapun sedikitnya rizki kalau diberikan oleh yang Maha Besar akan mendapat barokah dari-Nya.

11 komentar:

  1. Balasan
    1. Klu bisa cari keshohihannya sendiri tanya kpd ahli takhrij hadits.

      Hapus
  2. Hadits ini, berada di halaman berapa dalam kitab nasho i hul ibaad?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cari... Jgn minta disuapin aja. Sudah disuapin nyalahin lg..

      Hapus
    2. Cari... Jgn minta disuapin aja. Sudah disuapin nyalahin lg..

      Hapus
  3. Ada di nasoihul Ibad..

    Terima kasih tulisannya.. semoga membawa berkah.. Aminn YRA

    BalasHapus
  4. Bagus..sudah jelas di kitab nasoihul ibad..

    BalasHapus
  5. Isinya mantab. Cuma gak ada penjelasan status shohih dan tidaknya hadits tsb. Perowinya dan sanadnya juga gak dijelaskan

    BalasHapus